Sistem Birokrasi Indonesia: Pelayanan yang Didesain untuk Membuatmu Menyerah
Setiap urusan dengan negara di Indonesia adalah test kesabaran yang dirancang untuk membuatmu menyerah. Bukan sistem yang melayani, tapi sistem yang memperlambat. Seri ini membongkar kenapa birokrasi Indonesia tidak gagal, tapi berfungsi seperti yang dirancang.
Daftar Bab & Pembahasan
1 artikel terbitKTP Butuh Hari Libur: Birokrasi yang Paksa Kamu Cuti Kerja
57% Gen Z dan Milenial pilih jalur alternatif urus KTP. Bukan tidak tahu aturan, jalur resmi terlalu lama. Sistem yang dirancang untuk membuatmu menyerah.
SIM Lebih Sulit dari Ujian Masuk Universitas: Sistem yang Bikin Gen Z Pakai Calo
SIM adalah layanan paling banyak dipakai calo di Indonesia. 31% Gen Z takut risiko gagal ikut jalur resmi. Sistem ujian yang dirancang untuk membuatmu menyerah.
Paspor Antri 6 Jam atau Bayar Calo: KPK Sebut Titik Rawan Gratifikasi
KPK sebut paspor titik rawan gratifikasi. Pemerasan imigrasi Bali Rp100rb-Rp2.5jt per dokumen. Sistem yang menciptakan pasar calo, bukan sebaliknya.
40 Juta UMKM Belum NIB: OSS Error, Gen Z Setengah Mati Urus Izin Usaha
OSS error setiap hari, KBLI tidak muncul, RDTR belum tersedia. 40 juta UMKM belum NIB. Sistem perizinan yang bikin Gen Z menyerah jadi entrepreneur.
Pajak Dipotong Otomatis Tapi Restitusi Bulanan: Sistem Cepat Ambil, Lambat Kembali
Pajak dipotong otomatis dari gaji, tapi restitusi butuh bulanan. Coretax transisi tidak mulus. Sistem efisien saat mengambil, lambat saat mengembalikan.
Pungli Indonesia: Tarif Resmi Rp50rb Jadi Rp10 Juta, Sistem yang Tidak Dibiayai
Menko Polhukam: hampir seluruh aspek ada pungli. SHM Rp50rb jadi Rp10jt. Kemenaker Rp250rb-Rp400rb per sertifikat. Pungli bukan penyimpangan, tapi sistem.
E-Government Indonesia: Solusi Digital yang Crash, Birokrasi yang Tidak Berubah
E-government dijanjikan hapus birokrasi. Tapi OSS error, ASN Digital kesulitan, 2.2 juta aduan. Birokrasi tidak gagal, berfungsi seperti dirancang.
Disarankan membaca dari bab pertama untuk memahami alur argumentasi dan investigasi secara menyeluruh.
Mulai dari Part 1