Lewati ke konten utama
86% Merasa Bisa Kenali Scam, 35% Tetap Kena: Overconfidence Justru Celah
Mindset6 menit baca

86% Merasa Bisa Kenali Scam, 35% Tetap Kena: Overconfidence Justru Celah

86% orang Indonesia pede bisa kenali scam, tapi 35% tetap jadi korban. Bukan bodoh, tapi overconfidence justru celah terbesar.

Ditulis oleh Yovie Setiawan

86% Pede, 35% Tetap Kena

Laporan GASA (Global Anti Scam Alliance) berjudul "State of Scams in Indonesia 2025" mensurvei 1.000 orang dewasa di Indonesia antara Februari dan Maret 2025. Hasilnya, menurut laporan GASA: 86% responden percaya diri bisa mengenali scam. Tapi 35% dari mereka yang pede itu, data GASA mencatat, tetap menjadi korban penipuan.

Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp49 triliun, atau rata-rata Rp1,7 juta per orang dalam 12 bulan, menurut data GASA. Dua dari tiga orang dewasa Indonesia mengalami paparan penipuan dalam setahun terakhir, setara dengan 55 kali paparan per orang per tahun berdasarkan laporan yang sama.

Ketua GASA Indonesia Chapter, Reski Damayanti, mengakui paradoks ini. "Mungkin kalau tadi ditanya ke saya, bisa nggak confidence bisa mengenali scam? Mungkin saya juga akan menjawab, iya. Tapi faktanya, saya juga jadi korban scam," ujarnya di Google Office Jakarta, Oktober 2025.

Perbedaan antara percaya diri dan mampu mengenali scam, kata Reski, adalah dua hal yang berbeda. Scammer pintar menemukan titik lemah manusia. Titik lemah itu bisa apa saja: keinginan beli baju, peralatan rumah, atau iming-iming investasi.

Modus yang Terus Evolusi

OJK bersama Indonesia Anti Scam Centre (IASC) mencatat 608.000 laporan penipuan dari November 2024 hingga Juni 2026. Kerugian total mencapai Rp9,5 triliun. Tapi OJK yakin angka itu baru puncak gunung es, karena banyak korban malu melapor.

Lima modus paling sering dilaporkan: penipuan transaksi belanja online (76.724 korban), impersonation atau panggilan palsu (44.889 laporan), investasi palsu (26.613 laporan), penipuan kerja (23.906 laporan), dan penipuan via media sosial (20.394 laporan).

Modusnya terus berevolusi. OJK mencatat tren baru tahun 2026: task scam berkedok nonton drama China, penawaran kerja klik-dapat-uang yang minta deposit, copy trading kripto bodong, hingga love scam yang membangun hubungan emosional sebelum menguras rekening.

Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan scam tidak mengenal batas. "Scam ini terjadi kepada siapa saja, mau orang berpendidikan tinggi apalagi yang mungkin celah pendidikan kurang, orang yang terinformasi dan lain itu semua bisa kena scam," katanya di OJK Banking Forum 2026, Juli 2026.

AI dan deepfake bikin peniruan identitas semakin kredibel. Panggilan palsu yang dulu terdengar kasar, sekarang bisa meniru suara orang kenalan dengan presisi tinggi. Pesan WhatsApp yang dulu penuh typo, sekarang bisa meniru gaya bahasa bank atau dompet digital dengan sempurna.

Kenapa Yang Pede Justru Kena

Psikologi overconfidence bukan fenomena baru. Daniel Kahneman, penerima Nobel Ekonomi 2002, menulis dalam bukunya "Thinking, Fast and Slow" bahwa manusia cenderung merasa lebih pintar dari kemampuan aktualnya. Bias ini membuat kita merendahkan risiko dan mengabaikan tanda-tanda peringatan.

Dalam konteks penipuan digital, overconfidence bekerja seperti ini: kamu tahu apa itu phishing, kamu tahu jangan share OTP, kamu tahu jangan klik link mencurigakan. Tapi ketika scammer menyusun skenario yang terlalu spesifik, terlalu personal, dan terlalu mirip dengan realitasmu, pengetahuan itu tidak cukup.

OJK mencatat 80% korban baru melapor setelah lebih dari 12 jam, berdasarkan data OJK. Padahal pelaku hanya butuh waktu kurang dari 1 jam untuk memindahkan dana ke perbankan lain, dompet elektronik, kripto, hingga e-commerce. Dana yang sudah berpindah, probabilitas dikembalikan sangat kecil. Dari Rp9,5 triliun yang hilang, OJK baru berhasil mengamankan Rp674 miliar. Itu pun baru sekitar 7% dari total kerugian.

Saya perhatikan dari diskusi dengan teman dan keluarga yang pernah kena scam, polanya hampir selalu sama. Mereka bukan orang bodoh. Seorang software engineer kena task scam karena iming-iming kerja sampingan. Seorang ibu rumah tangga kena penipuan belanja online karena harga terlalu murah untuk diabaikan. Seorang mahasiswa kena investasi palsu karena temannya "sudah dibayar" di awal.

Scammer tidak menyasar kebodohan. Scammer menyasar kerentanan. Dan kerentanan bisa datang dari rasa percaya diri yang berlebihan.

Sistem yang Tidak Melindungi

GASA mencatat 34% responden berpendapat bahwa lembaga publik, terutama pemerintah, bertanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari penipuan digital. Tapi realitasnya, Rp9,5 triliun hilang dan sistem baru bisa selamatkan 7%.

OJK sudah memblokir 557.000 rekening terkait scam. Sudah menghentikan 951 entitas pinjol ilegal. Tapi modus baru terus muncul lebih cepat dari kebijakan. Ketika OJK sosialisasi "hati-hati belanja online", muncul task scam nonton drama. Ketika sosialisasi "hati-hati investasi bodong", muncul copy trading kripto.

UN Resident Coordinator Indonesia, Gita Sabharwal, menyebut 1 dari 4 konsumen Indonesia pernah jadi korban penipuan. UNODC memperkirakan kerugian penipuan online di Asia Timur dan Tenggara mencapai US$37 miliar. Indonesia jadi salah satu pusat operasi penipuan skala industri.

Sistem keuangan digital dibangun untuk kemudahan, bukan untuk keamanan first. Transfer instan, e-wallet, QRIS, semuanya dirancang agar cepat. Tapi kecepatan yang sama yang bikin nyaman untuk kamu, juga bikin nyaman untuk scammer memindahkan dana. Paylater punya masalah serupa: kemudahan yang dirancang sistem, risiko yang ditanggung pengguna.

Apa yang Bisa Kamu Lakukan

Bukan berarti kamu harus paranoi. Tapi overconfidence perlu dikalibrasi.

Pertama, perlakukan setiap transfer dengan skeptisisme yang sama, tidak peduli seberapa yakin kamu. Scammer terbaik membuat skenario yang terasa terlalu spesifik untuk ditolak.

Kedua, verifikasi lewat channel lain. Kalau dapat pesan dari "bank", telepon nomor resmi di website. Kalau dapat tawaran kerja dari Telegram, cek legalitas perusahaan di Google. Pinjol juga pakai pola yang sama: tekanan waktu untuk bikin kamu bertindak tanpa verifikasi.

Ketiga, kalau sudah kena, lapor dalam 1 jam pertama. OJK buka hotline 157. Setiap menit yang berlalu, peluang dana kembali makin kecil.

Keempat, jangan malu melapor. OJK sendiri mengakui banyak korban yang bungkam karena stigma. Tapi laporanmu bisa membantu blokir rekening penampung dan menyelamatkan korban berikutnya.

FAQ

Apakah orang yang melek teknologi bisa kena scam?

Ya. OJK secara eksplisit menyatakan scam terjadi kepada siapa saja, tidak peduli tingkat pendidikan atau kemampuan teknologi. AI dan deepfake bikin peniruan identitas semakin kredibel. Orang yang melek teknologi justru rentan karena overconfidence: merasa sudah tahu trik-trik lama, tapi scammer sudah punya trik baru.

Apa beda percaya diri dan mampu mengenali scam?

Percaya diri adalah perasaan, sementara mampu mengenali adalah kemampuan yang teruji. Ketua GASA Indonesia Chapter mengakui bahwa dirinya yang pakar anti-scam pun pernah jadi korban. Overconfidence membuat kita merendahkan risiko dan mengabaikan tanda-tanda peringatan.

Berapa persen dana korban yang bisa dikembalikan?

Dari Rp9,5 triliun yang hilang, OJK baru berhasil mengamankan Rp674 miliar (sekitar 7%). Dari jumlah itu, menurut data OJK, baru Rp200 miliar yang berhasil dikembalikan ke korban. Peluang pemulihan sangat kecil karena pelaku memindahkan dana dalam waktu kurang dari 1 jam, sementara data OJK menunjukkan 80% korban baru melapor setelah 12 jam.

Modus scam terbaru apa yang harus diwaspadai?

OJK mencatat beberapa modus baru 2026: task scam berkedok nonton drama China, penawaran kerja klik-dapat-uang dengan deposit, copy trading kripto bodong, deposit e-commerce palsu, dan love scam. Pola yang sama: umpan kecil di awal, eskalasi tugas, lalu permintaan deposit.

Kalau sudah kena scam, apa yang harus dilakukan pertama?

Hubungi bank atau e-wallet untuk blokir rekening tujuan, lapor ke hotline OJK 157, kumpulkan bukti percakapan dan transaksi, lalu lapor ke polisi siber. Semakin cepat lapor, semakin besar peluang dana diblokir sebelum dipindahkan. Jangan tunggu, karena pelaku hanya butuh kurang dari 1 jam.

TAM gratis untuk semua

Tidak ada paywall, tidak ada iklan. Dukung TAM agar kami terus menulis tanpa kompromi.

Dukung TAM

Baca juga