Lewati ke konten utama
Semua Seri
MindsetSeri Investigasi

Mental Health di Era Digital: Sistem yang Menjual Luka, Bukan Obat

Setiap kali kamu mencari bantuan untuk mental health, kamu masuk lebih dalam ke dalam sistem yang membuatmu sakit. 12 part investigasi dari gejala sampai arsitek.

12 bagianoleh Yovie Setiawan~71 menit total

Daftar Bagian

12 artikel
01

TikTok Bukan Terapis: Algoritma Menciptakan Gejala, Bukan Mengidentifikasi

76% pengguna TikTok adalah Gen Z. Algoritma tidak mengidentifikasi penyakit, algoritma menciptakan gejala melalui self-fulfilling prophecy kesehatan mental.

6 minMulai di sini
02

Healing Industry: Self-Care yang Dijual Bukan Penyembuhan, Tapi Konsumsi

Healing bergeser dari pemulihan psikologis menjadi praktik konsumsi simbolik. Gen Z memaknai healing sebagai kewajiban, beban, dan unjuk diri di media sosial.

6 min
03

Toxic Productivity: Rasa Bersalah saat Istirahat Bukan Sifat Alami, Tapi Conditioning

Rasa bersalah saat istirahat bukan sifat alami. Itu conditioning sistematis dari sekolah, media, dan kerja. 77% orang mengalami burnout.

6 min
04

Emotional Exhaustion: Bukan Capek, Tapi Kosong. Sistem Tidak Punya Cara Mengisi Ulang

Emotional exhaustion bukan ekstrem dari capek. Capek = kehilangan energi. Kosong = kehilangan kapasitas untuk merasa. 54% Gen Z mengalami burnout.

5 min
05

Dopamin Loop: Media Sosial Dirancang seperti Mesin Slot Kasino

Algoritma media sosial dirancang dengan prinsip yang sama dengan mesin slot kasino. Variable reward schedule. Psikolog kasino direkrut tech companies.

6 min
06

FOMO: Perasaan Tidak Cukup Bukan Bug, Tapi Core Business Model

FOMO dan perasaan tidak cukup BUKAN bug, tapi core business model. Algoritma sengaja menampilkan highlight reel karena rasa inadequate = lebih lama di app.

6 min
07

Trauma Content: Algoritma Tidak Peduli, Penderitaan adalah Engagement Tertinggi

Algoritma tidak menampilkan konten trauma karena peduli. Trauma content = engagement tertinggi. Echo chamber penderitaan sebagai pengganti koneksi asli.

6 min
08

Attention Span: Otakmu Tidak Rusak, Tapi Beradaptasi ke Lingkungan yang Dirancang untuk Fragmentasi

Otak Gen Z tidak rusak, tapi beradaptasi ke lingkungan yang dirancang untuk fragmentasi. Brain rot = Oxford Word of the Year 2024.

6 min
09

Self-Improvement Industry: Mereka Tidak Ingin Kamu Improve, Mereka Butuh Kamu Inadequate

Industri self-improvement tidak ingin kamu improve. Mereka butuh kamu merasa inadequate selamanya. Growth mindset dipelintir jadi senjata gaslighting.

6 min
10

Generasi Stroberi: Label untuk Sistem yang Gagal, Bukan Generasi yang Lemah

Label 'Generasi Stroberi' bukan deskripsi, tapi deflection mechanism. Generasi yang menamamu lemah tumbuh di kondisi ekonomi berbeda, lalu menyalahkanmu.

6 min
11

Quarter-Life Crisis: Bukan Masalah Pribadi, Tapi Krisis Sistemik yang Dikaburkan

QLC bukan krisis individu, tapi krisis sistemik yang dikaburkan sebagai masalah pribadi. 98% partisipan Indonesia mengalami QLC.

6 min
12

Mental Health Industry: Sistem yang Membuatmu Sakit Menjual Obatnya

Industri mental health digital tidak menjual kesembuhan, tapi rasa sedang disembuhkan. User yang sembuh = churn. User yang tetap tidak sembuh = subscribe.

6 min

Baca dari awal untuk memahami alur argumentasi secara utuh.

Mulai dari Part 1