
Judol Bukan Serakah, Rp 287 Triliun dari Keputusasaan Gen Z
12,3 juta pemain, Rp 287 triliun, 88,6% deposit via QRIS. Judol bukan keserakahan Gen Z, industri yang profit dari keputusasaan. Data PPATK 2026.
Baca selengkapnyaKumpulan perspektif jujur untuk anak muda yang lagi berproses.
193 artikel

12,3 juta pemain, Rp 287 triliun, 88,6% deposit via QRIS. Judol bukan keserakahan Gen Z, industri yang profit dari keputusasaan. Data PPATK 2026.
Baca selengkapnya
82% remaja Indonesia doomscroll 4x seminggu, rata-rata 45 menit per sesi. Bukan kelemahan personal, algoritma yang sengaja feed ketakutan untuk engagement.
Baca selengkapnya
Gaji Gen Z di bawah Rp5,4 juta, PPh 21 mereka 0%. Tapi PPN 11% dipungut dari setiap pembelian. Pajak konsumsi regresif, dipotong dari gaji yang tipis.
Baca selengkapnya
Gaji Gen Z Rp2,4 juta, biaya ojol Rp396.000-Rp1,2 juta/bulan. 17-50% gaji habis untuk transportasi. Bukan manja, transportasi publik yang tidak ada.
Baca selengkapnya
Gen Z dibilang boros karena tidak nabung. Padahal 30-50% gaji sudah dikirim ke orang tua tanpa dana pensiun. Hanya 16% pekerja Indonesia punya pensiun.
Baca selengkapnya
Gaji naik tapi tetap tidak ada sisa. Bukan boros, tapi otak otomatis naikkan standar hidup tiap kali gaji naik. Bahkan yang Rp8 miliar per tahun masih broke.
Baca selengkapnya
62% creator burnout, 37% mau keluar. Algoritma menghukum inconsistency, platform untung dari exhaustion. Self-care tidak cukup untuk masalah struktural.
Baca selengkapnya
TikTok Shop Indonesia GMV $13,1 miliar, #2 dunia. Riset: content exposure pengaruhi impulse buying Gen Z paling kuat. Bukan kamu belanja, algoritma pilihkan.
Baca selengkapnya
IMGR 2026: 49% Gen Z perkotaan mengurangi belanja demi kesehatan mental. Tapi kesadaran atau keharusan? Saat BNPL utang Rp28 triliun, pilihan apa yang tersisa?
Baca selengkapnya